“Real Women Have Curves” kata mereka, lalu bagaimana dengan curves dari skoliosis?

Istilah “skoliosis” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “lekukan” atau “memutar”. Pertama kali dicetuskan oleh Hippocrates, tokoh yang dinobatkan sebagai bapak dari praktik medis modern, untuk menjelaskan sebuah keabnormalan tulang belakang yang membengkok. Hippocrates sendiri memulihkan penderita skoliosis dengan extension atau stretches dibantu dengan berbagai macam alat untuk memperlancar proses pemulihan.

Meskipun skoliosis sendiri sudah muncul dari jaman dahulu kala (diperkirakan skoliosis sudah ada bahkan sebelum jaman Yunani Kuno) masih belum ada jawaban dari pertanyaan “apa penyebabnya?”. Jawaban yang datang pun banyak dan beragam mulai dari faktor genetik hingga kebiasaan postur jangka panjang. Wanita juga beresiko 10 kali lipat terkena skoliosis dibanding pria. Meskipun termasuk sebuah keabnormalan, skoliosis bukanlah kondisi yang jarang ditemukan. Berdasarkan data dari Scoliosis SOS Clinic dari London, sekitar 200 juta orang menderita skoliosis di seluruh dunia.

Namun seperti layaknya semua penyakit, jika skoliosis tidak ditindaklanjuti akan menyebabkan gangguan dalam keseharian kita. Skoliosis yang tidak dirawat, ditambah dengan kebiasaan jelek postur kita membuat tulang punggung semakin bengkok dan berputar, menyebabkan rasa pegal di pinggang, bahu, dan leher hingga sakit kepala serta migrain. Lebih buruknya lagi, skoliosis dapat membuat kita tidak bisa bergerak karena sanking kencangnya otot yang tertarik kesatu arah sebagai efek dari rotasi tulang punggung, kesulitan bernafas yang disebabkan paru-paru tertekan, kesulitan menggunakan otot perut atau abdomen yang disebabkan ketidakseimbangan tubuh, hingga gangguan syaraf. Untuk wanita, skoliosis dapat menyebabkan rasa sakit berlebih saat proses melahirkan karena butuhnya lebih banyak tenaga di bagian pinggang.

Mengidentifikasi skoliosis hanya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu X-Ray dan Adam’s Test. Adam’s Test adalah cara mengidentifikasi skoliosis dengan teknik meraba tubuh bagian belakang yang hanya bisa dilakukan oleh tenaga professional untuk mencari dan merasakan jalur ruas tulang belakang. “Jika skoliosis dapat didiagnosa sebelum masa pertumbuhan, maka kita (perawat) dapat menyusun program perawatan yang tepat untuk mencegah tulang punggung semakin bengkok disaat pertumbuhan”, ujar Paul Sponseller, M.D., dari John Hopkins Division or Pediatric Orthopedy Surgery. Khususnya untuk wanita, skoliosis harus ditindak sebelum umur 13 tahun dikarenakan tingkat hormon Estrogen yang belum tinggi.

Perawatan skoliosis melalui dokter hanya memberikan dua pilihan, yaitu dengan menggunakan braces atau operasi tulang punggung. Braces adalah sebuah alat yang digunakan di tubuh dengan fungsi untuk menahan dan mendorong tubuh menuju postur normal, namun banyak orang yang mengeluhkan kalau braces sangat tidak nyaman, terlebih lagi braces harus digunakan disetiap waktu dan setiap hari. Solusi lainnya adalah operasi yang sangat invasif dengan cara menggeser tulang punggung dan memasangkan pin di kiri dan kanan untuk menahan tulang punggung. Saat seseorang didiagnosis dengan skoliosis, banyak yang berpikir bahwa satu-satunya solusi adalah operasi skala besar, tetapi Dr. Douglas Orr, MD dari Cleveland Clinic mengutarakan, “Hanya sebagian kecil dari penderita skoliosis yang benar-benar membutuhkan operasi, justru banyak penderita skoliosis yang mampu mengendalikan gejala mereka tanpa masalah dan tanpa operasi”. Di banyak kasus, perawatan skoliosis justru lebih diarahkan ke perawatan gejalanya dibanding mengurangi bengkoknya tulang punggung.

Kami dari Svarga juga berpikir bahwa orang tidak perlu melewati operasi. Svarga menawarkan berbagai macam solusi perawatan untuk skoliosis, mulai dari Pilates, Aerial Yoga, dan susunan program latihan yang didukung oleh fisioterapis kami dan teknologi Dynamic Energy Stimulation. Mulai dari perawatan oleh fisioterapis untuk menghilangkan rasa pegal dan nyeri, lalu dilanjutkan ke latihan fisik yang disesuaikan untuk kebutuhan Anda. Program tersebut juga didukung oleh Pilates dan Aerial Yoga untuk prosedur dekompresi yaitu proses menarik tulang punggung, dan mengisi bantalan diantara ruasnya dengan darah dan nutrisi, bertujuan melenturkan dan mengurangi kebengkokan tulang punggung untuk postur dan pola nafas yang lebih baik, dalam perjalanan menuju kebugaran bersama kami di Svarga.

×